Sederet Perombakan Pengurus Bukalapak, Mantan Kapolri Kini Jadi Komut
![]() |
| Gambar logo bukalapak : sumber wikipedia/commons/bukalapak |
Langkah penyegaran pengurus baru saja dilakukan oleh PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis (11/6/2026). Perubahan paling mencolok terlihat pada posisi puncak dewan pengawas, di mana mantan Kapolri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sutarman, resmi diangkat sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen yang baru.
Keputusan menunjuk Sutarman bukan tanpa alasan. Rekam jejak panjangnya di bidang kepemimpinan serta keahlian khususnya dalam aspek keamanan siber (cybersecurity) dinilai sangat krusial bagi emiten teknologi seperti Bukalapak. Pihak manajemen berharap, kehadiran Sutarman mampu memperkokoh pengawasan sekaligus memberikan arah strategis yang kuat dalam mengarungi ketatnya persaingan industri digital secara berkelanjutan.
Selain pos komisaris, RUPST juga menyepakati perombakan pada lini direksi. Seiring selesainya masa bakti Willix Halim selaku Direktur Utama, posisi tersebut kini diisi sementara oleh Natalia Firmansyah yang ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama. Natalia akan memimpin perusahaan hingga terpilihnya Direktur Utama definitif lewat mekanisme regulasi dan rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi. Sementara itu, Victor Putra Lesmana mendapatkan mandat baru dengan diangkat kembali sebagai Direktur perseroan.
Di sisi lain, agenda ini juga menjadi momentum purna bakti bagi Yenny Wahid. Putri dari mendiang Presiden Abdurrahman Wahid tersebut resmi melepaskan jabatannya sebagai Komisaris Independen sekaligus ESG Ambassador perusahaan, setelah sebelumnya memberikan kontribusi besar pada nilai-nilai keberlanjutan bisnis Bukalapak.
Informasi selengkapnya dapat diverifikasi langsung melalui sumber asli: detikFinance.

